Senin, 14 Februari 2011

Pengembangan Kurikulum

PENDAHULUAN
Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang strategis, karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Begitu pentingnya kurikulum sebagaimana sentra kegiatan pendidikan, maka didalam penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat, melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam.
Dan pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Komponen-komponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diidentifikasi dengan cara mengkaji buku kurikulum lembaga pendidikan itu. Dari buku kurikulum tersebut kita dapat mengetahui fungsi suatu komponen kurikulum terhadap komponen kurikulum yang lain.
Proses pengembangan kurikulum memang merupakan sesuatu yang kompleks, karena tidak hanya menuntut penguasaan kemampuan secara teknis penjgembangan berbagai komponen kurikulum dari para pengembang kurikulum' akan tetapi lebih dari itu para pengembang kurikulum harus mampu mengantisipasi berbgai factor yang berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum baik yang bersifat internal maupun eksternal.
Adapun proses pengembangan kurikulum adalah kegiatan mengahasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan, pelaksanaan dan penyempurnaan kurikulum atas dasar penilaian yang dilakukan selama kegiatan pelaksanaan kurikulum, dan hal tersebut bisa dikatakan bahwa terjadinya perubahan-perubahan kurikulum mempunyai tujuan untuk perbaikan. Sehingga, keberhasilan kegiatan pengembangan kurikulum dalam proses pengajaran dan pendidikan, ada bebrapa hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain, yaitu; falsafah hidup bangsa, kesesuaian kurikulum dengan peserta didik, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan harapan masyarakat.

BAB I
PEMBAHASAN

Definisi Kurikulum
Kurikulum merupakan istilah yang sulit diterjemahkan secara tepat. Banyak terjadi perbedaan pendapat mengenai istilah kurikulum. Disini akan dibahas mengenai definisi secara etimologi dan terminologi.
Menurut etimologi kurikulum berasal dari kata curriculum yang berasal dari kata currerre yang berarti: berlari cepat, tergesa-gesa, menjalani. Currerre dijadikan kata benda menjadi curriculum yang berarti: lari cepat, pacuan,balapan kereta,perjalanan, suatu pengalaman tanpa henti, lapangan perlombaan, gelanggang, jarak yang ditempuh, dan rencana pelajaran.
Kurikulum secara istilah yaitu kurikulum sebagai a plan for learning, yakni sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa. Sementara itu, pandangan lain mengatakan bahwa kurikulum sebagai dokumen tertulis yang memuat rencana untuk peserta didik selama di sekolah.
Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

Fungsi Kurikulum
Kurikulum memiki banyak fungsi diantaranya untuk anak, guru, orang tua murid, sekolah pada tingkatan diatasnya, masyarakat,pemerhati lulusan sekolah juga untuk mencapai tujuan pendidikan. Di sini kita hanya menjelaskan manfaat kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.Kurikulum suatu sekolah pada dasarnya adalah “ merupakan suatu alat untuk mencoba tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan penting untuk dicapai”.2
Pengembangan Kurikulum
Sebenarnya apakah pengembangan kurikulum itu dan mengapa kurikulum perlu dikembangkan? Pengembangan kurikulum terjadi akibat dari rasa ketidakpuasan masyarakat terhadap suatu kurikulum yang sedang ataupun sudah berlaku. Namun, tidak semua rasa tidak puas ini memicu pengembangan kurikulum. Maka perlu diteliti lagi tentang konsep dari pengembangan kurikulum itu.
Istilah pengembangan menunjukkan pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru dimana selama kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan.3
Kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyusunan kurikulum, pelaksanaan disekolah-sekolah disertai pengawasan secara intensif dan penyempurnanaan terhadap komponen-komponen tertentu dari kurikulum atas hasil penelitian. Pengembangan kurikulum juga perubahan dan peralihan total atau dari suatu kurikulum ke kurikulum yang lain.

Beberapa Isilah dalam Pengembangan Kurikulum
Dalam pengembangan kurikulum dikenal ada lima istilah, yaitu pengembangan kurikulum (Curriculum development), perbaikan kurikulum (Curriculum improvement), perencanaan kurikulum (Curriculum planning), penerapan kurikulum (curriculum implementation), dan evaluasi kurikulum (curriculum evaluation).
Pengembangan kurikulum dan perbaikan kurikulum merupakan istilah yang mirip tetapi tidak sama . Pengembangan kurikulum merupakan istilah yang lebih komprehensif, di dalamnya termasuk perencanaan, penerapan, dan evaluasi dan berimplikasi pada perubahan dan perbaikan. Sedangkan perbaikan kurikulum sering bersinonim dengan pengembangan kurikulum, walaupun beberapa kasus perubahan dipandang sebagai hasil dari pengembangan.
Perencanaan kurikulum adalah fase pre-eliminer dari pengembangan kurikulum. Pada saat pekerja kurikulum membuat keputusan dan beraksi untuk menetapkan rencana yang akan dilaksanakan oleh guru dan siswa. Jadi perencanaan merupakan fase berfikir atau fase disain.
Penerapan kurikulum adalah menterjemahkan rencana ke dalam tindakan. Pada saat tahap perencanaan kurikulum, terjadi pemilihan pola tertentu organisasi kurikulum atau reorganisasi. Pola-pola tersebut diletakkan dalam tahap penerapan kurikulum.  Cara-cara penyempaian pengalaman belajar, misalnya penggunaan tim pengajaran, diambil dari konteks perencanaan dan dibuat operasional. Penerapan kurikulum juga mentermahkan rencana menjadi tindakan dalam kelas, juga aturan pergantian guru dari pekerja kurikulum menjadi instruktur.
Evaluasi kurikulum merupakan fase terakhir dalam pengembangan kurikulum di mana hasilnya diases dan keberhasilan pebelajar dan program ditentukan. Fase ini akan dibahas lebih rinci pada langkah-langkah pengembangan kurikulum.

Langkah-Langkah  Pengembangan Kurikulum
            Pegembangan kurikulum meliputi empat langkah, yaitu merumuskan tujuan pembelajaran (instructional objective), menyeleksi pengalaman-pengalaman belajar ( selection of learning experiences), mengorganisasi pengalaman-pegalaman  belajar (organization of learning experiences), dan mengevaluasi (evaluating).
Merumuskan Tujuan Pembelajaran (instructional objective)
Terdapat tiga tahap dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tahap yang pertama yang harus diperhatikan dalam merumuskan tujuan adalah  memahami tiga sumber, yaitu siswa (source of student), masyarakat (source of society), dan konten (source of content). Tahap kedua adalah merumuskan tentative general objective atau standar kompetensi (SK) dengan memperhatikan landasan sosiologi (sociology),   kemudian di-screen melalui dua landasan lain dalam pengembangan kurikulum yaitu landasan filsofi pendidikan  (philosophy of learning) dan psikologi belajar  (psychology of learning), dan tahap terakhir adalah  merumuskan precise education atau kompetensi dasar (KD).
Merumuskan dan Menyeleksi Pengalaman-Pengalaman Belajar  ( selection of learning experiences)
 Dalam merumuskan dan menyeleksi pengalaman-pengalaman belajar dalam pengembangan kurikulum harus memahami definisi pengalaman belajar dan landasan psikologi belajar (psychology of learning). Pengalaman belajar merupakan bentuk interaksi yang dialami atau dilakukan oleh siswa yang dirancang oleh guru untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. Pengalaman belajar yang harus dialami siswa sebagai learning activity menggambarkan interaksi siswa dengan objek belajar. Belajar berlangsung melalui perilaku aktif siswa; apa yang ia kerjakan adalah apa yang ia pelajari, bukan apa yang dilakukan oleh guru. Dalam merancang dan menyeleksi pengalaman-pengalaman belajar juga memperhatikan psikologi belajar.     
Mengorganisasi Pengalaman Pengalaman Belajar (organization of learning experiences)
Pengorganisasi atau disain kurikulum diperlukan untuk memudahkan anak didik untuk belajar. Dalam pengorganisasian kurikulum tidak lepas dari beberapa hal penting yang mendukung, yakni: tentang teori, konsep, pandangan tentang pendidikan, perkembangan anak didik, dan kebutuhan masyarakat. Pengorganisasian kurikulum bertalian erat dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Oleh karena itu kurikulum menentukan apa yang akan dipelajari, kapan waktu yang tepat untuk mempelajari, keseimbangan bahan pelajaran, dan keseimbangan antara aspek-aspek pendidikan yang akan disampaikan.
Mengevaluasi (evaluating) Kurikulum
              Langkah terakhir dalam pengembangan kurikulum adalah evaluasi. Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan di mana data yang terkumpul dan dibuat pertimbangan untuk tujuan memperbaiki sistem. Evaluasi yang seksama adalah sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. Evaluasi dirasa sebagai suatu proses membuat keputusan , sedangkan riset sebagai proses pengumpulan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
             
Langkah-langkah Dalam Pengembangan Kurikulum.( Nasution, 1999.).
Dalam garis bersarnya kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
Kumpulkan keterangan mengenai faktor-faktor yang turut menentukan kurikulum serta latar belakangnya.
Tentukan mata pelajaran atau mata kuliah yang akan diajarkan.
Rumuskan tujuan tiap matapelajaran.
Tentukan hasil belajar yang diharapkan dari siswa dalam tiap mata palajaran
Tentukan topik-topik tiap mata pelajaran.
Tentukan syarat-syarat yang dituntut dari siswa.
Tentukan bahan yang harus dibaca oleh siswwa.
Tentukan strategi mengajar yang serasi serta sediakan berbagai sumber/alat peraga proses belajar mengajar.
Tentukan alat evaluasi hasil belajar siswa serta skala penilaiannya.
Buatlah desain rencana penilaian kurikulum secara keseluruhan dan strategi perbaikannya..
Menyusun silabus yang berisi pokok-pokok bahasan atau topik dan sub-topik tiap mata pelajaran/termasuk tanggung jawab pelaja di sekolah atau jurusan.
Demikian pula halnya dalam penyusunan pedoman instruksional, karena guru yang bertanggung jawab untuk merencanakan menyususn, menyampaikan dan mengevaluasi satuan pelajaran. Maka karena itu tiap guru atau dosen seorang pengembang Kurikulum.

BAB II
KESIMPULAN

Kurikulum merupakan sebuah salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Maka kurikulum merupakan alat penting dalam proses pendidikan. Kurikulum hendaknya berperan dan bersifat anticipatory dan adaptif dalam perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi. Kurikulum senantiasa berubah itu wajar dan untuk mengubahnya kearah yang lebih baik, maka kita perlu para ahli yang menguasai tentang kurikulum itu sendiri.
Maka dari itu diharapkan para pendidik dapat mengebangkan kurikulum yang dapat mengikuti perkembangan zaman dan situasi dan kondisi pada waktu itu. Agar kita dapat mengejar ketertinggalan dunia pendidikan kita dari negara lain. Diharapkan kedepannya kita akan semakin memahami tentang perkembangan kurikulum dan kita harapkan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia dapat berkembang kearah yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Nasution,prof,Drs. 1999.Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Bui Aksara.
Subandijah, 1993. Pengembangan Dan Inovasi Kurikulum. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Slameto, 1991. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit. Bumi Aksara. JakartaEfendi, M. dkk. 2005. Pengantar Arah Pengembangan Kurikulum Dan Pengajaran. Laboratorium Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNM. Malang
Subandiyah.1996.Pengembangan dan Inovasi Kurikulum,Jakarta:PT RajaGrafindo Persada
Sutopo dan Wasty Soemanto,Hendyat.1993.Pembinaan dan PengembanganKurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan.Jakarta:Bumi Aksara
Hamalik,Umar.1993.Evaluasi Kurikulum.Bandung:Remaja Rosdakarya Offset
Nasution,S.2006.Asas-asas Kurikulum.Jakarta:Bumi Aksara
http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2008/10/31/dasar-dasar-pengembangan-kurikulum/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar